Terowongan Cu Chi (Cu Chi Tunnel)

Cu Chi Tunnels

Jalan2 di Ho Chi Minh City berlanjut di hari ke 2 Mobil yang berbeda menjemput saya di hotel dan kami menuju Cu Chi. Daerah ini hanya sekitar 2 jam (70 km) dari Ho Chi Minh City.

Mendekati daerah Cu Chi, berdiri bulu romaku… (a la melodi dangdut) ngebayangin terowongan yang dibangun oleh Vietkong pada masa perang dengan tentara Amerika. Kalau lihat di film atau mendengar ceritanya, terowongan ini cukup lengkap seperti kompleks persembunyian bawah tanah dengan kamar, ruang kerja, dapur, gudang senjata bahkan rumah sakit!

Ternyata banyak turis (lokal dan asing) yang tertarik melihat terowongan Cu Chi. Ada juga yg datang dengan high heels (sepatu hak tinggi, gubrak deh….)

Selama berkeliling, saya lihat beberapa pintu masuk terowongan yang secara kasat mata tidak terlihat, karena tertutup daun-daun diatasnya. Pintu tersebut besarnya hanya selebar pinggul pria Vietnam. Ukuran tubuh orang Vietnam, apalagi jaman perang dulu, pastinya beda dengan tubuh pria Amerika/Eropa.

Saya mengundurkan diri ketika ditawarkan masuk menelusuri terowongan. Sempet masuk sebentar, nunduk karena rendahnya terowongan tersebut, tidak ada udara sama sekali, panas dan gelap. Hanya 10 detik dan saya memilih keluar dari terowongan.

Terowongan ini rendah sekali, harus berjalan membungkuk atau bahkan merangkak. Panas sekali didalamnya, karena tidak ada aliran udara. Tour guide menunjukkan bagian persembunyian aliran udara agar udara dari luar masuk ke dalam terowongan.

Kendaraan perang berupa tank ramai dipenuhi turis untuk latar belakang foto. Di suatu sudut yang dinamakan military workshop, patung diorama tentara Vietnam menunjukkan bagaimana mereka membuat senjata pada jaman itu. Contoh senjata tradisional pun juga ada.

Bunyi letusan senjata pun berdentum di Cu Chi Tunnels! Ternyata di kompleks ini ada shooting range sebagai bagian dari olahraga. Malahan ada beberapa turis yang ikut latihan menembak.

Bagaimana reaksi teman kalau saya bawakan suvenir yang dijual di Cu Chi? Barang yang sama juga saya lihat di Mekong Delta. Untuk beli saja rasanya segan apalagi bawa pulang ke Indonesia. Lebih baik cari oleh-oleh lain daripada bawa hewan yang diawetkan dalam botol: serangga, ular atau kalajengking!

Perjalanan pertama saya ke Vietnam di tahun 2009 itu ternyata merupakan awal dari hidup saya di Vietnam dua tahun kemudian. Ada cewek Jakarta nyasar di Saigon! Perjalanan hidup yang penuh kenangan, mendapat kerabat baru tapi tetap ada kerinduan akan tanah air. Hidup pun berlanjut

PS: Lanjuttt City Tour sekitar Ho Chi Minh City, sekalian nge-cek cafe2 seru…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s