Si Cantik Shanghai (My Travel Notes)

City God Temple, Rainy Afternoon

City God Temple, Rainy Afternoon

Beruntung sekali, waktu tinggal di Ho Chi Minh City – Vietnam, saya sempat melangkahkan kaki ke negeri Cina.

Jika boleh membedakan Shanghai dengan Beijing memakai persamaan dalam bahasa Perancis, saya akan bilang bahwa Shanghai adalah kota feminine dibandingkan Beijing yg masculin. Itu pendapat pribadi lho…

Sebagai catatan, Bahasa Perancis membedakan semua hal dengan “feminine” dan “masculin”. Memang susah-ribet.com tapi bahasa ini romantis banget.

Shanghai memiliki dua bandara yaitu Pudong International Airport dan Hongqiao Airport. Pudong merupakan bandara internasional utama yang memprioritaskan diri untuk penerbangan internasional. Sedangkan Hongqiao untuk kepentingan penerbangan domestik. Keduanya berjarak cukup lumayan. Jadi jangan sampai datang ke salah bandara, apalagi kalau waktunya mepet banget ngejar pesawat…

Dengan menggunakan persamaan lainnya, Shanghai yg berlokasi di selatan China mungkin mirip dengan Ho Chi Minh City-Vietnam – berfungsi sebagai kota dagang. Sedangkan Beijing di utara China sebagai ibukota pusat pemerintahan mirip dengan Hanoi – Vietnam.

Ketika saya tiba di Shanghai di suatu sore di hari Jumat di bulan Mei 2012, suhunya berkisar 27 derajat Celcius mirip dengan cuaca ketika di Beijing.

Friday Night in Shanghai

As to cool down, Jumat malam saya habiskan dengan menikmati makan malam di restoran yg direkomendasikan oleh teman saya Rency. Ia tinggal di Jerman tapi sering berkunjung ke Shanghai. Selain itu, restoran ini juga terdaftar di TripAdvisor dan mendapat ulasan yang cukup bagus dari pengunjungnya.

Lupa tahu dari siapa, mungkin Rency atau mungkin dari internet, restoran ini favoritnya Michael Schumacher kalau dia berkunjung ke Shanghai -:)

Lokasi Da Marco Italian restaurant ini sekitar 1.7 km dari hotel. Terdiri dari dua lantai dan memiliki area tempat duduk di luar. Enak kali ya duduk diluar tapi anginnya kencang… Jadi saya dan my loved one memilih duduk di lantai dua dengan pemandangan menghadap ke jalan, jadi tetep bisa lihat outdoor sitting ini…

Mmm… rupanya resto ini banyak didatangi turis asing, namanya saja restoran Italia, sepertinya banyak orang2 Italia disitu… Secara garis besar, makanannya enak kok… Risotto (nasi goreng Italia) di campur dengan udang dan asparagus-nya enak! Porsinya terlalu besar untuk saya, tapi rasanya maknyus…

Kota Tua Shanghai

Menikmati Sabtu pagi di Kota Tua Shanghai? Yuks…

Hari ini judulnya saltum alias salah kostum! Cuaca Jumat sehari sebelumnya panas sekitar 27 derajat Celcius, mungkin hujan dan angin di Sabtu pagi menjadikan suhu turun ke sekitar 16 derajat. Blame it on the rain…

Asli… dengan berkostum celana pendek dan sandal terbuka, di suasana hujan rintik2 sedang yang tiada hentinya membuat dengkul dan jari2 kaki dingin… The show must go on…

Kota tua Shanghai berjarak 9 km dari hotel yang saya tempati. Berbekal alamat dan peta Google Map, saya dan my loved one melangkahkan kaki kesana…

Pada tahun 1553 area ini dibuat sebagai kota dan dikelilingi tembok dinding bulat untuk menghindari bajak laut Jepang. Kota Tua Shanghai menampilkan kekayaan arsitektur Ming dan Qing serta memperlihatkan bagaimana semangat kehidupan jalanan tempo dulu di Shanghai. Kalau suka nonton film seri kungfu yang berjilid-jilid, pasti bisa membayangkan bentuk kotanya.

Intinya area ini seperti pusat kota tapi bangunan kuno, hampir semua sisi merupakan toko2 menjual rupa2; keperluan sehari-hari, mainan anak, buku, suvenir, obat tradisional, makanan, minuman, ada hotel, restoran, tea house, dll…

Turis yang datang ke Shanghai, biasanya pasti menjadwalkan diri muter-muter disini, seru…! Kota tua ini cantik dan eksotik!

Sesampainya disana kami beli payung dulu! Hujan rintik-rintik yang sekali-kali jadi besar, angin pula… Langkah kedua mencari Starbucks Coffee untuk sarapan. Good choice! Karena lokasinya tepat di sekitar jembatan dan kolam di seberang Yu Yuan Garden.

Secangkir kopi panas, sepotong muffin, duduk di meja kecil cukup untuk dua orang di pojokan dengan pemandangan jembatan Yu Yuan Garden, indahnya dunia…

Pengunjung di warung kopi ini datang dari seantero dunia. Di sebelah kami ada empat turis Amerika, setelah mereka pergi sepasang suami istri dari Jepang duduk disana dan kita saling menyapa… Nah, tegur sapa sesama turis seperti ini harus dinikmati… Jalan-jalan tambah lebih semangat!

Yu Yuan Garden

Kota Tua Shanghai dikenal dengan nama Yuyuan. Salah satu pusat atraksi yang paling menarik yaitu Yu Yuan Garden. Sesuai namanya yang secara harafiah berarti ‘garden of happiness’ atau ‘garden or peace’, tamannya cantik, besar dan selalu penuh pengunjung…

Taman ini pertama kali dibangun pada tahun 1559 pada masa Dinasti Ming oleh Pan Yunduan yang merupakan Gubernur Sinchuan dari Shanghai. Ia mendedikasikan taman ini bagi ayahnya, Menteri Pan En, untuk dinikmati dimasa usia tuanya. Ketika ia meninggal dunia, taman ini diwariskan ke Zhang Zhaolin yaitu suami cucu Pan Yunduan. Pada akhirnya taman ini berpindah tangan kepada pemilik2 selanjutnya.

Di abad ke 19, taman ini sering kali mengalami kerusakan yaitu semasa Perang Opium Pertama dan Pemberontakan Taiping. Taman ini juga pernah dirusak oleh tentara Jepang di tahun 1942. Setelah diperbaiki oleh pemerintah pada tahun 1956-1961, akhirnya taman ini dibuka untuk umum di tahun 1961 dan dinyatakan sebagai monumen nasional pada tahun 1982.

The City God Temple

Masuk ke area kuil ini serasa masuk ke peradaban Cina tempo dulu… Tempat yang menarik untuk dikunjungi, apalagi untuk tempat foto-foto…

Kuil ini terletak di Kota Tua Shanghai dan dikenal sebagai “Old City God Temple” atau yang dikenal kemudian dengan nama “New City God Temple” yang sudah tidak ada lagi.

Kuil tersebut didedikasikan untuk tiga orang dewa kota:

1.Huo Guang (? – 68 BC) kanselir terkenal di masa Dinasti Han.
2.Qin Yubo (1295–1373) yang tinggal di Shanghai dan bertugas di pelayanan sipil di akhir Dinasti Yuan.
3.Chen Huacheng (1776–1842) yang merupakan Jenderal di masa dinasti Qing, bertanggungjawab untuk mempertahankan Shanghai di masa Perang Opium Pertama.

Di Sabtu sore yang hujan masih terus rintik-rintik, angin bertiup dingin, turis datang berpasangan dengan payung/jas hujan warna-warni menambah nuansa eksotik dan romantic di dalam kuil ini.

Shanghai semakin cantik, semakin romantic!

Let's Jump at the Bund, Shanghai

Let’s Jump at the Bund, Shanghai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s